MENGGAPAI PUNCAK TERTINGGI PULAU JAWA

Mendaki melintas bukit Berjalan letih menahan menahan berat beban Bertahan didalam dingin Berselimut kabut `Ranu Kumbolo`………( dewa 19, mahameru)

ari at beauty morning

ari at beauty morning

Semua orang pasti tahu lirik lagu diatas, lirik tersebut telah menginspirasi bebrapa warga MADAWIRNA untuk mengadakan kegiatan. Di awal masa kepengurusan masa bakti 2009-2010, tepatnya tanggal 8-12 April 2009 sebanyak lima orang warga MADAWIRNA melakukan pendakian ke gunung Semeru, untuk mengasah taring mereka di puncak tertinggi pulau jawa tersebut. Misi kali ini diemban oleh 5 orang warga MADAWIRNA, yaitu Nunuk, Arie “bean”, Sule’, Anton “kasmadi” dan terakhir penulis. Mereka terlihat bersemangat sekali. Wajar saja, mengingat kelima warga tersebut baru pertama kali melakukan pendakian ke Semeru.

Selain itu, pesona dari puncak Mahameru menciptakan suatu daya tarik tersendiri bagi setiap orang. Panorama alam selama pendakian, mulai dari base camp Ranu Pani hingga di ketinggian 3676 mdpl merupakan salah satu bukti Maha Kuasanya Sang Pencipta. Sudah sepantasnya kita sebagai manusia, apalagi seorang Pencinta Alam untuk selalu senantiasa menjaga keasrian alam. Salah satu daya tarik dari pendakian gunung Semeru adalah sebuah danau bernama Ranu Kumbolo yang terletak di ketinggian 2390 mdpl. Ketenangan, Kejernihan dan kesejukan airnya membuat pendaki merasa betah untuk berlama-lama menikmati keindahannya. Selain itu juga terdapat sebuah tanjakan sepanjang 200 meter selepas ranu kumbolo yang sering disebut tanjakan cinta.Konon mitosnya, jika mampu melewati tanjakan tersebut tanpa istirahat, perjalanan cintanya akan lancar. Sayang sekali, tak seorang pun dari kelima warga tersebut yang mampu melewatinya tanpa beristirahat. Entah sejak kapan mitos tersebut beredar , tapi yang jelas perjalanan cinta kelima pemuda tersebut tidak akan bernasib seperti itu. Puncak Mahameru merupakan daya tarik terbesar dari pendakian ini. Pemandangan yang luar biasa dapat disaksikan ketika matahari mulai tampak di ufuk Timur. Seakan mampu menghipnotis setiap orang yang memandangnya. Selain itu pemandangan yang tak kalah luar biasanya, kita dapat melihat gunung Bromo diantara Segara Wedi, kota Malang, Gunung Kepolo, Gunung Tengger, Garis pantai samudera Hindia dan pegunungan Argopuro. Pendakian gunung Semeru ini sesungguhnya tidak begitu sulit, karena medan yang dilewati relatif landai, paling tidak hingga kalimati. Setelah itu akan melewati medan yang relatif terjal hingga puncak. Hanya saja jarak tempuh yang relatif lama menuntut kesiapan fisik dari setiap pendaki. Memang sudah sepantasnya setiap kegiatan lapangan semisal pendakian, untuk selalu senantiasa mempersiapkan fisik sebaik mungkin. Selain itu juga harus mempersiapkan segala perbekalan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Tidak lupa satu doa yang selalu kami panjatkan “ TUHAN ijinkanlah kami menjelajah dengan mesra keagungan alam ciptaan-MU”. By: zr@hman_B-1077

~ by madawirna on 1 May 2009.

6 Responses to “MENGGAPAI PUNCAK TERTINGGI PULAU JAWA”

  1. Fotonya sok cakep, mau naek gunung ato jadi foto model..

  2. semeru coy… perjlanan terepnjang

  3. ya ga masalah to kecakepan,mapala ga selamanya kucel kok….

  4. Salam Rimba….
    Salam kenal…
    Selamat atas pendakian ke puncak tertinggi di jawa….
    aku tahu blog ini dari alumni Madawirna ” Nurberta”

    Asruri Syam
    wigapala.wordpress.com

  5. silahkan manfaatkan official site kita madawirna.net
    untuk info lebih lanjut contact at admin@madawirna.net

  6. awesome article

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.